Identifikasi Karakteristik Permukiman Kumuh (Studi Kasus Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur)
Perkembangan
lingkungan permukiman di daerah perkotaan tidak terlepas dari pesatnya
laju pertumbuhan penduduk baik karena faktor pertumbuhan penduduk secara
alami serta proses urbanisasi. Pertumbuhan penduduk dan terbatasnya
lahan di daerah perkotaan menyebabkan semakin berkembangnya rumah petak
kecil yang diperjualbelikan dan disewakan kepada para pendatang.
Rumah-rumah petak kecil tersebut kemudian berkembang menjadi kawasan
padat dan kumuh yang disebut dengan kawasan kumuh (slum area).
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kawasan permukiman
kumuh, mempelajari karakteristik permukiman kumuh, mengetahui faktor
penciri yang menentukan kawasan kumuh, dan mempelajari mobilitas
masyarakat di permukiman kumuh. Analisis yang digunakan pertama dalam
penelitian ini adalah analisis citra. Kunci interpretasi untuk
identifikasi permukiman pada citra Quickbird adalah pola dari bentuk
permukiman. Ciri-ciri permukiman kumuh yang tampak pada citra adalah
mempunyai pola tidak teratur, rapat tidak ada jarak antar rumah,
sebagian besar rumah beratapkan asbes atau seng dan sebagian kecil
beratapkan genteng. Pada citra tersebut, atap asbes terlihat sebagai
warna putih, sedangkan rumah yang beratapkan genteng terlihat berwarna
oranye. Untuk mengetahui faktor penciri permukiman kumuh digunakan
metode Kuantifikasi Hayashi II. Analisis yang digunakan untuk mengetahui
faktor yang mempengaruhi mobilitas masyarakat di permukiman kumuh
adalah metode Kuantifikasi Hayashi I.Perkembangan lingkungan permukiman
di daerah perkotaan tidak terlepas dari pesatnya laju pertumbuhan
penduduk baik karena faktor pertumbuhan penduduk secara alami serta
proses urbanisasi. Pertumbuhan penduduk dan terbatasnya lahan di daerah
perkotaan menyebabkan semakin berkembangnya rumah petak kecil yang
diperjualbelikan dan disewakan kepada para pendatang. Rumah-rumah petak
kecil tersebut kemudian berkembang menjadi kawasan padat dan kumuh yang
disebut dengan kawasan kumuh (slum area). Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi kawasan permukiman kumuh, mempelajari karakteristik
permukiman kumuh, mengetahui faktor penciri yang menentukan kawasan
kumuh, dan mempelajari mobilitas masyarakat di permukiman kumuh.
Analisis yang digunakan pertama dalam penelitian ini adalah analisis
citra. Kunci interpretasi untuk identifikasi permukiman pada citra
Quickbird adalah pola dari bentuk permukiman. Ciri-ciri permukiman kumuh
yang tampak pada citra adalah mempunyai pola tidak teratur, rapat tidak
ada jarak antar rumah, sebagian besar rumah beratapkan asbes atau seng
dan sebagian kecil beratapkan genteng. Pada citra tersebut, atap asbes
terlihat sebagai warna putih, sedangkan rumah yang beratapkan genteng
terlihat berwarna oranye. Untuk mengetahui faktor penciri permukiman
kumuh digunakan metode Kuantifikasi Hayashi II. Analisis yang digunakan
untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi mobilitas masyarakat di
permukiman kumuh adalah metode Kuantifikasi Hayashi I.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar